Rabu, 13 Januari 2016

PROFIL DESA JATIPELEM

STRUKTUR PERANGKAT DESA JATIPELEM
A. Letak Desa
Desa Jatipelem secara administratif terletak di Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang. Secara Geografis Desa Jatipelem terletak dengan batas – batas :
-  Sebelah Utara                             :  Desa Temuwulan, Kec. Perak
-  Sebelah Timur                            :  Desa Pundong – Desa Brambang, Kec. Diwek
-  Sebelah Selatan                          :  Desa Godong, Kec. Gudo
-  Sebelah Barat                             :  Desa Glagahan, Kec. Perak
Desa Jatipelem terdiri dari dua Dusun yaitu Dusun Jaten dan Dusun Pelem.
Luas wilayah Desa Jatipelem adalah 154,850 Ha. Wilayah Desa Jatipelem terdiri dari:
1.      Pemukiman          : 10,332 Ha
2.      Sawah                  : 127,000 Ha
3.      Lain-lain               : 17,518 Ha


B. Kependudukan
Penduduk Desa Jatipelem berjumlah 1225 Kk yang terdiri dari 3744 jiwa berdasarkan data registrasi penduduk 30 November 2015. Dengan rincian sebagai berikut:
a.       Berdasarkan jenis kelamin
-          Perempuan           : 1935 jiwa
-          Laki-laki               : 1809 jiwa
b.      Berdasarkan Dusun
-          Dusun Jaten         : 1558 jiwa, 1 RW, 7 RT
-          Dusun Pelem        : 2186 jiwa, 1 RW, 7 RT
c.       Jumlah penduduk miskin:
-          Dusun Jaten         : 189 Kk
-          Dusun Pelem        : 299 Kk

      C. Mata Pencaharian
Penduduk Desa Jatipelem mayoritas mempunyai mata pencaharian sebagai petani. Di desa Jatipelem ini petani menanam palawija dan tebu. Petani palawija menanam padi, jagung dan lain-lain sesuai musim tanam yang ada di desa. Untuk penjualan hasil panen, para petani palawija menjual hasil pertanian langsung kepada pembeli. Untuk tahun 2016, terdapat BUMDes (Badan Usaha Milik Desa) yang berfungsi untuk membeli padi hasil panen para petani dan mengelolanya. Untuk petani tebu bekerjasama dengan beberapa pabrik gula untuk proses penggilingan namun biaya penggilingan tetap di tanggung oleh petani. Petani tebu bukan hanya bekerja sama dengan pabrik di Jombang, tetapi juga beberapa pabrik di Kertosono maupun Madiun.

      D. Hasil Kerajinan, Industri dan Sumber Daya Pendukung
Hasil kerajinan penduduk Desa Jatipelem mencoba mengembangkan usaha batik tulis. Batik tulis yang berkembang di Desa Jatipelem antara lain Lembaga Kursus Pelatihan "Batik Colet" yang dirintis oleh bapak Sutrisno, Sekar Jati Star yang dirintis Hj. Maniati, Litabena Batik yang dirintis oleh Bu Lilik Sri Rahayu, Batik Bu Kusmiasih, dan Batik Pak Nurul. Kain yang paling banyak digunakan adalah jenis kain sutra, dengan kisaran harga mulai 100 ribu rupiah hingga 1,4 juta rupiah. Penduduk Jatipelem juga mengembangkan usaha kerajinan tas dari kulit. Kerajinan tas dari kulit ini dirintis oleh Bapak Alim yaitu JP Kulit Collection dan kerajinan dari tas kulit serta imitasi yang dirintis oleh bapak Nasikin. Bukan hanya tas yang di produksi namun juga ikat pinggang, dompet hingga sepatu. Untuk harga yang dipatok mulai harga Rp 50.000,- hingga Rp 600.000,- .
Selain kerajinan, penduduk Jatipelem juga mengembangkan industri di usaha pembuatan Tahu dan Tempe. Usaha ini dikembangkan di Dusun Jaten, sehingga menjadi salah satu potensi dari Desa Jatipelem.

      E. Keadaan Pendidikan dan Sosial Budaya 
Keadaan pendidikan masyarakat Desa Jatipelem cukup bagus karena sarana dan prasarana penunjang pendidikan sudah ada, sehingga hampir tidak ada masalah  dalam bidang pendidikan. Keadaan sosial budaya masyarakat Desa Jatipelem cukup bagus, karena budaya gotong royong masih kental ditengah-tengah masyarakat.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar